Bless us and Keep us

Bless us and Keep us

When the morning comes and the day begins
I will go out in perfect peace
And as the sun goes down and darkness comes around
Unafraid I’ll go to sleep
Over the fathers and the mothers and the daughters and the sons we pray

Lord bless us and keep us
Make Your face to shine upon us
Raise Your countenance on us
And give us peace oh God
Lord bless us and keep us
Make Your face to shine upon us
Raise You countenance on us
And give us peace
Give us peace

Over all our days and thru all our paths may we not forget this truth
Those who just believe you keep in perfect peace
Those of age and those of youth
Over the fathers and the mothers and the daughters and the sons we pray
Bless us and keep us
Make Your face to shine upon us
Raise You countenance on us and give us peace
Please God
Bless us and keep us
Make Your face to shine upon us
Raise Your countenance on us and give us peace
Give us peace
Yeah O Lord

 

 

Screen Shot 2012-11-25 at 6.24.28 PM

Berpikir dan merenung

Berpikir dan merenung adalah tindakan yang wajib dilakukan dalam hidup seorang manusia. Terlepas dari apapun tipe kepribadian, terlepas dari pria atau wanita, kecil atau besar, terlepas pekerjaan apapun.

Kedua tindakan diatas adalah suatu tindakan yang wajib dilakukan.
Berpikir adalah waktu yang kita berikan, untuk menentukan tindakan kita kedepannya, menentukan rencana kita kedepannya, menentukan apa yang harus kita lakukan, memikir konsekuensi setiap tindakan kita, memikirkan apa yang harus dilakukan untuk pribadi kita, untuk orang lain, untuk sekitar kita.
Semangat yang mengebu, impian takkan pernah tercapai, tanpa tindakan berpikir dilakukan.
Merenung adalah waktu yang kita berikan, untuk mengevaluasi tindakan hasil dari berpikir yang kita lakukan, berhenti dari aktifitas dan mereview apa yang telah kita lakukan. Merenung adalah waktu untuk STOP, tenang dan melihat dari kacamata ketenangan dan berpikir luas. Merenung membuat kita jujur pada kita pribadi dan kepada Tuhan.

Zaman yang sudah berkembang, telah membuat manusia berhenti atau mengurangkan waktu untuk ke 2 tindakan diatas. Dengan gadget yang super canggih, selalu membuat kita beraktifitas, sehingga tidak ada tempat untuk berpikir panjang dan merenung. Semua hiburan membuat kita memberikan waktu yang sedikit untuk ke 2 tindakan diatas.

Padahal pribadi kita butuh berkembang untuk menentukan sikap,menentukan pandangan hidup kita dan kemana kita jalan. Keluarga kita, membutuhkan pemikiran, kemana keluarga kita dibawa, bagaimana mendidik dan mengatur anak atau pasangan hidup kita. Pekerjaan kita membutuhkan strategi, pengembangan karier, untuk melawan era kompetisi yang ketat atau kita tertinggal.
Kita mungkin saja gagal atau sedang proses gagal, apabila ke 2 tindakan diatas berhenti. Tidak ada kata terlambat, merenung kembali, STOP semua tindakan.. dan berpikir kembali.
Tidak ada pemimpin tanpa tindakan berpikir dan merenung, tidak ada jendral perang tanpa tindakan berpikir dan merenung. Seorang pemimpin hebat, adalah seorang pemikir dan perenung yang sejati.

Berpikir dan merenung artinya tinggal sendiri, BENGONG tanpa orang lain. Kehidupan malam tanpa orang lain, hanya air yang bergemiricik, nyamuk yang berseliweran, kertas dan pena ditangan atau galaxy note ditangan. Adalah langkah untuk mengubah perjalanan hidup kita.

Screen Shot 2012-11-16 at 7.58.02 AM

Poor but Rich (José Mujica)

“Saya disebut presiden termiskin di dunia, namun saya tak merasa miskin. Orang miskin adalah mereka yang bekerja hanya untuk menjaga gaya hidup mewahnya dan selalu menginginkan lebih,”


“Ini adalah masalah kebebasan. Jika Anda tak memiliki banyak barang maka Anda tak perlu bekerja keras untuk mempertahannya dan bekerja seumur hidup layaknya budak. Dengan cara seperti ini Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri,”

Screen Shot 2012-11-14 at 6.53.00 AM

Belajar dari kelas 1 SD (lagi)

Hari selasa minggu lalu saya mengambil waktu utk mengikuti acara parent meeting di sekolah anak saya. Topiknya “parent as leaner”

Saya menyekolahkan anak saya dengan kurikulum “International Baccalaureate (IB)”

Latar belakangnya, kenapa IB? Saya  bosen dengan segala sesuatu yang  monoton, saya  suka explorisasi, sangat senang apabila menemukan guru yg menjadi partnert diskusi.Yang  berdebat tentang sesuatu dengan tujuan positivve, daripada hanya menerima atau yes yes saja.

Saya datang dan meluangkan waktu untuk mendengar kurikulum mereka. Datang hanya karena memuaskan rasa ingin tahu saya…dan menjadi bahan utk hidup. Saya sekolah dengan  old style (catat buku sampe abis) .. Jadi saya mau belajar lagi dan sekarang belajar dari anak grade 1.

Memang tidak bisa dijelaskan panjang dan lebar tentang IB itu sendiri, tapi hari itu ada 1 statement dari principal school. Kurang lebih terjemahannya seperti ini.

“Kita mau anak kita maju semua, mereka berkembang..ingin mereka sukses atau banyak uang, tapi itu semua baik. Tapi yang kita mau adalah, anak kita mencapai tujuan hidup mereka dan mereka mencapai apa yang mereka cari”

Kurang lebih, uang bukan lagi tujuan akhir … tapi kepuasaan untuk mencapai dan mengenal tujuan hidup adalah tujuan.

iphone-2

Teknologi yang merubah peradaban dan pola hidup

Saya sangat suka dengan gadget… karena di dalam gadget saya menemukan hal-hal yang baru. Ada kepuasaan untuk melihat yang baru, sehingga tertantang untuk membuat yang baru. Memang sifat saya yang tidak pernah puas, kadang bisa membuat masalah :). Dalam kekuatan ada kelemahan dan dalam kelemahan ada kekuatan. Semua tergantung pengendalian diri.

Tapi saya menemukan saya berubah… dulu saya jalan dengan tegap dan pandangan ke depan. Sekarang saya jalan dengan melihat gadget dan tertunduk. Walaupun ada anak atau istri di sekitar saya, saya tetap sibuk dengan gadget saya. Mungkin hanya melihat email atau update dengan berita.

Teknologi sudah merubah orang :), tapi semua ada waktunya… saat ada anak dan istri, semua Gadget harus dikantong, memegang tangan mereka, bercerita tentang hidup, dan bagaimana mengisi hidup ini dengan baik dan berkualitas.

Hidup adalah bagaimana cara mengisi, menjalani dan menang !

start-1

Memulai lagi

Saya teringat film tentang kong hu cu, bukan tentang agama atau aliran kepercayaan. Tapi tentang kehidupan dia. Apapun yang terjadi dengan kehidupan dia, itu bukan bagian saya :). Tapi ada hal yang menarik, apapun yang terjadi dia selalu menulis. Dia berkata “dengan menulis, orang bisa mengenal prinsip”, sehingga dia menghabiskan akhir hidupnya dengan menulis.

Jadi tidak ada salahnya “memulai lagi” menulis… dan memberkati !