Unpar Untold Stories

Saya berusaha untuk memulai menulis tentang sesuatu kegerakan anak muda terutama mahasiswa di Universitas Parahyangan Bandung. Karena bagi saya pengalaman bersama mereka dan apa yg mereka lakukan tidak akan pernah saya lupakan. Walau saat ini kegerakan itu sudah hampir tidak ada lagi, tapi benihnya masih tertinggal disana. Saya kan berusaha menceritakan apa yang terjadi  dan apa yang membuat kegerakan itu terhenti. Yang saya mau katakan juga, Tuhan mencari anak muda yang bisa diajak bekerja sama dengan Dia. Tuhan mencari anak muda yang menyerahkan kemampuan dirinya untuk diserahkan dalam Kegerakan Tuhan, artinya memakai talenta dan karunia Rohani secara berbarengan, saya percaya karunia rohani tanpa talenta adalah sesuatu yang timpang. Talenta tanpa karunia rohani adalah sesuatu yang mati.

Apa yang berusaha saya sampaikan tentang kegerakan di Unpar adalah untuk menceritakan, bahwa Tuhan pernah bergerak di Bandung dengan cara yang dashyat bahkan di jaman sekarang ini. Kegerakan itu tidak hanya terjadi di luar negri :) , walau kita juga terinspirasi oleh lawatan Tuhan di luar Indonesia sana, tapi saya menjadi saksi bahwa saat Tuhan melawat kampus, Tuhan juga memakai orang lokal, dan saya adalah orang yang percaya bahwa kegerakan/revival/lawatan Tuhan terjadi karena suatu PROSES dan PERSIAPAN. Saya adalah orang yang khawatir suatu acara rohani yang besar, tapi tanpa dilandasasi suatu proses dan persiapan, hanya bersifat ceremonial tanpa menyiapkan INTI dari kegerakan itu sendiri. Bahkan hal itu bisa membuat umat Tuhan menjadi jenuh bahkan pahit.

Apa yang terjadi di Unpar ? Universitas Parahyangan bandung adalah suatu kampus katolik yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa, salah satu kampus favorit , dan sangat susah untuk masuk menjadi mahasiswa disana.

Tapi Tuhan memakai kampus ini, untuk membuka mata kami dan mengajar kami untuk suatu kegerakan yang lebih besar, yang akan dilakukan Tuhan di masa yang akan datang.

Apa yang terjadi di kampus ini, dimana sekitar 6-7 orang pemimpin dari seluruh pelayanan kampus unpar berkumpul, doa dan sharing tentang apa yang nantinya disebut UNITY UNPAR. Bahkan muncul suatu slogan “Unpar penuh kemuliaan Tuhan”. Para pemimpin yang sering kumpul itu ada beberapa yang masih saya ingat, rendi, david, devi, si kembar eteng maria, aris dan ada anak muda lagi yang kumpul, tapi saya kurang ingat, sori bro and sis. Tapi saya bisa bilang mereka adalah orang orang yang menjadi pelopor kegerakan.

Apa yang kami lakukan, saat itu adalah sesuatu yang luar biasa, bayangkan di tahun 2003-2005 saat itu, PD mulai tumbuh dimana-mana, para mahasiswa mengadakan persekutuan doa di emper-emper kelas, di gang-gang kelas. Mereka melakukan doa peperangan rohani pukul 3 pagi. Sebelum kampus buka pukul 5 pagi, mengadakan doa pagi dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai jurusan dan BERBAGAI GEREJA. Bahkan mereka berdoa sampai pukul 12 malam, dan bapak bapak satpam sampai hafal mereka sebagai kuncen kampus :) . Dan yang luar biasa itu diantara mereka itu adalah para wanita.

Kita mengadakan KKR untuk penjangkauan mahasiswa baru di GSG unpar, dan itu adalah sejarah. Karena pertama kali dipakai oleh gereja selain katolik :) . Yang hadir ratusan anak muda, teriak -teriak, memuji dan menyembah Tuhan.

Kita membentuk Pasukan Doa dengan Sekolah Doa. Dan jebolan jebolan sekolah doa itu, saat mereka bekerja, mereka selalu terlihat mengkilat dan luar biasa diantara rekan kerja mereka (menurut kesaksian beberapa org).

Saat itu kita terinspirasi gerakan the call di USA, dan kami mengakan 40 -days revolution. Kita melakukan doa dan puasa, dengan manual doa dan cara puasa yang telah disiapkan. Apa yang terjadi dengan revolution itu, setiap pagi pk 8 pagi dimanapun mereka berada selama 5 menit harus BERLUTUT berdoa. Jadi ada yg berdoa di angkot dll. Bahkan hari tertentu, mereka berdoa pk 6 pagi di tiang bendera.

Bahkan 2 minggu sekali pemimpin dan tim mereka bertemu di suatu tempat seratusan orang kumpul dan doa peperangan agar kemuliaan Tuhan masuk.

Hasil dari doa dan persiapan yang mereka lakukan mulai kelihatan, mereka bisa masuk dalam pelajaran ETIKa dan BERSAKSI ! Bahwa Yesus adalah Tuhan, sebelumnya mereka pendosa dan kemudian mengenal Yesus. Kelaparan akan Tuhan dimana-mana. Sel diadakan di kampus, di kos-kos. Dan mulai bertumbuh sel-sel yang bukan dari gereja lokal.

Sekitar tahun 2006 akhir kegerakan itu mulai berhenti, dan saya tahu itu bukan kegagalan. Tapi ini merupakan pelajaran berharga untuk kami para pemimpin.

Kira-kira kenapa berhenti:

1. Para pemimpin sedang belajar.

2. gereja lokal juga memberi tuntutan agar memperhatikan gereja lokal bukan hanya kampus saja.

3. Kesalahan kami karena hanya melihat dari sisi spritual saja, tapi tidak melihat dari sisi IQ, bahwa mereka harus bekerja dan itu harus disiapkan diajari kita.

Kalo ada penambahan saya akan edit dan tambahkan disini. Doa saya… indonesia mempunyai anak muda revivalist. Saya pernah berdoa Tuhan kirimkan carlos annacondia ke Indonesia. Tuhan menjawab TIDAK ! Walau carlos ke indonesia, belum tentu berubah. Karena carlos annacondia bagiannya adalah argentina. Indonesia adalah bagian kita.

Sisa-sisanya bisa anda lihat di www.thecall.or.id :) . Doakan para anak muda kampus, 2009 apakah sejarah baru akan terukir kembali ? Saya yakin sejarah tidak akan terulang lagi, TAPI SEJARAH BARU akan kita ukir lagi. Jadilah pembuat sejarah daripada pelaku sejarah. We are the history maker in this land !

1 comment
Show Hide 1 trackbacks

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>